Jumat, 20 Januari 2017

6 Penyebab Bayi Terbangun Di Malam Hari dan Solusinya

Jangan merasa terganggu oleh tangisan bayi di malam hari dan jangan merasa terbebani saat mencoba menenangkan bayi dari tangisnya di malam hari. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan berkeluarga untuk menjadi lebih bijaksana. Setelah mempunyai anak, admin mendapatkan pelajaran yang berharga dari bayi yang notebene-nya biasa dianggap anak kecil namun bisa bertindak lebih dewasa dari orang tua. Mereka menggunakan cara-cara unik yang terkadang agak lama kita berhasil mencerna atau menerjemahkannya.

Tulisan ini terinspirasi dari Pengalaman hidup berkeluarga admin dan diawali dari interaksi penulis dengan pemilik distributor resmi mesin jahit bermerk *inger yang bonafid di Yogyakarta. Saat mengantar keluarga membeli sekaligus mempelajari tutorial cara mengoperasikan mesin jahit elektrik, saya dan istri serta dua anak saya ikut turun dari mobil untuk menikmati suasana sore di Kota Gudeg. Ditengah hiruk-pikuk kendaraan di depan toko yang mencoba menepis suasana hujan, dia (keturunan Cina) menuturkan bahwa saya dan istri merupakan orang yang beruntung karena dikaruniai tiga anak tidak lama setelah menikah. Saya pun mengucap, Alhamdulillah... dan merasa tambah bersyukur saat mendengar cerita beliau yang dikaruniai anak setelah umur hampir mencapai 40 tahun.

Beliau bercerita banyak tentang perjuangan keluarganya untuk mendapatkan anak baik melalui ilmu kedokteran (klinik) maupun alternatif, bahkan saran dari keluarga dan teman untuk mengadopsi anak. Cerita lain yang beliau berikan adalah sejarah keluarga pendahulunya saat mendirikan dan mempertahankan usaha penjualan serta reparasi mesin jahit. Stop... Ko, ceritanya kurang nyambung dengan judul, ya...?

Singkat kata... Disela berdiskusi, anak kedua saya (Khalisya Afsheen) meronta dari pelukan dan menangis. Kemudian, pemilik toko mencoba meraih dan mengembannya. Hasilnya lumayan efektif, anak saya kelihatan nyaman dan berhenti dari rengekannya saat digendong beliau. Sedangkan anak pertama saya (Optima Auqotus Shifa) tetap duduk sambil sesekali jalan-jalan di sekitar toko bersama ibunya.

Pembicaraan pun dilanjutkan dengan cerita dari bapak pemilik toko yang menyebutkan bahwa bayi menangis itu wajar. Mereka baru bisa berbahasa melalui gerak dan suara, kita orang tua harus pandai dan cerdas menerjemahkannya. Kalau ditengah malam bayi terbangun dan menangis, jika selain karna sakit atau tubuhnya sedang tidak fit atau capek, biasanya disebabkan oleh beberapa hal (kemudian saya menginterpretasikannya dengan memberikan deskripsi dan mencoba menyajikan solusi):
  1. Bayi ingin melakukan kebiasaanya minum atau makan. Terkadang bayi terbangun di malam hari bukan hanya karena lapar, haus, ataupun karena keduanya. Tetapi juga bisa disebabkan karena ingin melakukan kebiasaan atau aktivitas rutin di mulutnya untuk mengunyah dan menelan. Penyebab ini paling sering dijumpai oleh admin terhadap tiga anaknya. Solusinya mudah, segera ambilkan susu kemasan atau membuatkan susu kesukaannya. Praktisnya adalah jika ibunya memberi kasih sayang melalui ASI-nya.
  2. Bayi buang air besar atau kecil. Logikanya, jika seseorang mau membuang kotoran pasti merasa tidak nyaman. Apalagi jika setelah mengeluarkan kotoran tidak segera dibersihkan. Kalau orang dewasa, mungkin bisa menuju ke toilet dan bersih-bersih. Nah, kalau bayi... Paling bisanya nangis membangunkan orang tuanya untuk minta tolong dibersihkan. Solusinya, segera jadi pahlawan seperti tim Search and Resque (SAR) saat menolong korban banjir. He...66X. Segera bersihkan dan ganti popok atau pakaianya serta pastikan si bayi hangat kembali. Ini juga sering dialami admin pada anak pertama dan kedua karena tidak menggunakan pampers. Bagi bayi yang jadi user pampers (seperti Gidea Agrata - anak ketiga admin), bukan berarti dia tetap nyaman karna tidak perlu ganti kostum. Dia tetap bangun saat buang air dan selalu membangunkan orang tuanya untuk memastikan bahwa dia ter-cover oleh induknya. He...66X. Solusinya mudah, tinggal disentuh atau ditepuk-tepuk badannya dengan halus dan praktisnya adalah jika ibunya memberi kasih sayang melalui ASI-nya.
  3. Ada serangga. Penyebab ini jarang admin temukan karna kami senantiasa mensterilkan rest area anak-anak dari serangga. Kalaupun ada serangga yang lolos dari pertahanan kami, mereka akan lumpuh oleh pertahanan bayi alami anugerah ilahi. Namun, jika ada kejadian seperti ini, saya tidak akan main-main menanganinya. Saya akan menangkap serangga penyebab anak saya nangis, mengintrogasinya, kemudian menunutut secara perdata dan pidana untuk si pelaku. Ups, mulai ngelantur... Solusinya bergantung dari jenis serangga yang membangunkannya. Kalau nyamuk dan semut yang mengakibatkan bentol, mungkin cukup dengan mengoleskan minyak telon atau kayu putih kemudian sentuh atau ditepuk-tepuk badan buah hati anda dengan halus dan praktisnya adalah jika ibunya memberi kasih sayang melalui ASI-nya.
  4. Orang tuanya belum melakukan kewajiban. Sebenernya materi yang diberikan oleh orang Tionghoa pemilik toko itu hanya tiga poin di atas, namun berdasarkan penelitian objektif dengan sampel yang valid dan konklusi yang dapat dipertanggungjawabkan, admin tambahkan materinya. Kadang orang tua tidak menyadari bahwa kita belum bisa memberi pendidikan yang baik kepada anak sebagai penentu masa depan. Sering kita menjadikan lupa atau pura-pura lupa serta sengaja melupakan sebagai alasan kuat untuk menunda atau tidak melaksanakan suatu kewajiban. Loh, terus apa korelasinya antara kewajiban orang tua yang belum dilaksanakan dengan ketidaknyamanan sang buah hati dalam beristirahat? Apakah karna orang tuanya punya hutang dengan nominal trilyunan, kemudian sang bayi ikut pusing memikirkan bagaimana cara mengembalikannya? Jawabannya... Mungkin iya, mungkin juga tidak. Namun yang pasti, jika admin belum melaksanakan sholat Isya, seringnya salah satu dari tiga anak saya akan bangun dari tidur malamnya dan menangis. Bahkan tangisannya lebih keras dan intensitasnya lebih padat dari biasanya, seakan-akan dia itu memarahi setan yang ada di dalam diri saya. Kalau anda ingin menang, jangan malah balik menjadi marah dan memarahi buah hati anda. Tapi segera laksanakan kewajiban anda! Logis ataupun tidak menurut anda, ini pengalaman admin yang sering terjadi. Admin yakin 3 anak yang dianugerahkan kepada kami merupakan pesan baik yang masih perlu banyak cara, waktu, dan kesempatan untuk belajar memecahkan misterinya. Saat saya menambahkan materi ini, pemilik toko yang setia menemani dan melayani mengangguk.
  5. Melihat atau merasakan sesuatu yang tidak terdeteksi orang tua. Materi ini tidak muncul dalam diskusi, namun saya dapatkan saat keluarga kami masih ikut di rumah orang tua (eyang dari anak-anak kami). Pernah kami dibangunkan oleh sang buah hati yang menangis di malam hari dengan durasi lama dan semakin keras. Berbagai cara kami gunakan untuk menenangkannya namun belum menemukan solusi. Ibu (eyang dari anak kami) yang bidan pun belum dapat menenangkannya hingga membuat kami bingung. Bahkan Mbah Putri (Buyut dari anak-anak kami) yang bersebelahan rumah sampai mengetuk pintu kemudian masuk dan mencoba menimang, namun belum juga tenang tangisannya. Dari kejadian ini-lah kami diberi tahu oleh buyut dari anak-anak kami tentang kemampuan bayi yang sudah tidak dimiliki oleh orang tua. Saat itu Mbah Buyut menyuruh saya sebagai bapaknya untuk keluar rumah dan mengontrol kondisi lingkungannya. Memang tidak logis, tapi saya tetap berpikir positif. Sekali-kali berperan aktif mencari solusi menenangkan anaknya, jangan sampai didominasi oelh akum ibu terus. Saya keluar segera mengelilingi rumah dari pintu belakang sampai depan dan kembali lagi (mirip petugas ronda, He...66X). Hasilnya, tidak ditemukan apa-apa dan anak saya masih menangis dengan keras. Akhirnya, kami mengambil keputusan untuk tetap berjuang menenangkan anak dalam kepasrahan sambil diemban dan dilantunkan surat-surat pendek Al Qur-an oleh ibunya (istri saya). Lama dan akhirnya anak kami tertidur kembali, mungkin capek karna terlalu banyak energi yang dikeluarkan. Saat itulah Mbah buyut bercerita bahwa indra yang dimiliki bayi lebih sensitif sehingga bisa melihat dan merasakan sesuatu yang bersifat gaib. Dibandingkan orang tua yang pola pikirnya sudah terkontaminasi sehingga indranya sudah tidak lagi responsif terhadap sesuatu yang bersifat halus. Meski agak tersindir, saya tetap berupaya tenang dan mengiyakan wejangan mbah buyut. Positifnya, saat saya keluar rumah dan meski makhluk halus itu tidak takut, setidaknya bisa menjadi tindakan preventif barang kali ada orang yang akan melakukan hal-hal negatif akhirnya diurungkan niatnya. Beberapa hari kemudian, tetangga seberang jalan memang menegur yang intinya memberi tahu bahwa ada orang meninggal dan kemudian dimakamkan di TPU belakang rumah. Ada atau tidaknya hubungan kejadian bayi menangis dengan orang meninggal, saya tidak dapat menyimpulkan. Biarkan Allah yang tahu...
  6. Pas pada hari lahirnya. Nah, kalau materi ini didapat saat saya pindah rumah di daerah Slawi Kabupaten Tegal setelah 4 tahun menikah tepatnya 15 hari setelah anak ketiga lahir. Alhamdulillah... Diamanahi tempat tinggal yang nyaman di lingkungan yang rata-rata para pensiunan dan banyak yang berstatus Embah. Saya tidak memandang pemukimannya yang terkenal dengan kompleks pensiunan, namun merasakan sebagai anak yang sedang diajari untuk mendidik keturunannya dengan baik. Meski banyak pensiunan, namun mereka mampu membesarkan anak-anak mereka hingga sukses. Ups, ko jadi cerita pensiunan...? Intinya, saya dapat materi ini dari tetangga sebelah barat rumah Hj. Sarphi (mintanya dipanggil Buyut saja) yang pernah bertanya saat saya ngajak jalan-jalan anak di kebunnya, "Nggak seperti biasanya Dede Bayi nangis keras malem-malem... Apa karna hari lahirnya...?". Kemudian beliau menambahkan, "Biasanya anak kalau hari lahirnya suka rewel...". Saya cuma menjawab, "Engga, Mbah... Dia lagi pengin diperhatiin, jadi mbangunin ayah sama ibunya terus...". Selesai dan ganti pembicaraan. Meski saya menulis materi ini, bukan berarti saya mengamini teori ini. Selain tidak ilmiah, hipotesis ini nggak bakalan nyambung dengan antitesisnya.
Sebenarnya ada faktor lain penyebab bayi terjaga dari tidurnya, namun karna saya menyukai angka 6, maka saya tuliskan di alinea lain. Biasanya, bayi juga terbangun karna kondisi cuaca tidak memenuhi standar kenyamanan untuk istirahat. Jika mengalami hal ini, silahkan dipecahkan sesuai dengan kondisi. Jika panas, maka tinggal di kipasin atau dinyalakan AC-nya dan diatur dengan tepat. Jika dingin, maka diselimutian atau dimatikan AC-nya. Faktor lainnya adalah jika anggota keluarga lain terbangun dan membangunkan si bayi. Kalau soal ini, anda bisa memulai kembali dari awal.

Intinya, kenyamanan dan ketenangan adalah kunci utama... Yang perlu diwaspadai adalah jika di lingkungan anda tidak ada bayi, namun anda mendengar tangisnya di malam hari (merinding...). Jangan-jangan... 

Bagaimana dengan Anda? Pernahkah mengalaminya atau bahkan sering menjumpainya...? Atau mengalami hal lain... Silahkan tambahkan pada kolom komentar...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan menulis komentar untuk kebaikan anda, saya, dan orang lain...