Keyboard Pertama Untuk Keyboardis Pemula

Setelah mengenal Gitar, saya mulai merambah kepada instrumen musik lainnya, yaitu Keyboard. Tepatnya pada tahun 1999-2000, yaitu kelas dua SMU, saya mengawali belajar keyboard secara otodidak.

Langkah awal mempelajari keyboard adalah dengan memiliki instrumen tersebut agar lebih mudah dan cepat menguasainya. Kemampuan materi finansial yang terbatas menjadi penghambat untuk memiliki keyboard baru, namun tidak menahan semangat untuk menaklukan skill memainkannya.

Tidak mudah mencari keyboard di daerah tempat tinggalku yang terpencil dan jauh dari peradaban. Komunikasi juga sangat sulit dilakukan karena komunitas spemain keyboard seakan-akan hanya milik kelompok tertentu dan bersifat eksklusif. Apalagi umurku yang masih muda dengan kemampuan musikal dan sosialisasi minim, belum mempunyai keberanian untuk bergabung dengan para musisi senior.


Akhirnya dengan bantuan saudara yang berprofesi sebagai operator sound system serta membuka jasa service ektronik, saya berhasil mendapatkan keyboard second. Keyboard rekondisi ini dinilai dengan mahar sebesar Rp. 200.000,- hasil sedikit tabungan dan donasi dari orang tua yang awalnya tidak setuju.
Keyboard pertama bagi pemula ini bermerk Casio pada chasing-nya, namun mesin di dalamnya menggunakan rangkaian produk dari Yamaha. Terdiri dari 4 Oktaf, namun yang aktif hanya Tiga, yaitu dimulai dari oktaf ke-2 sampai oktaf ke-4.
Perjuanganku manaklukan teori dan praktek alat musik keyboard tidak serta merta lancar setelah mendapatkan instrumennya. Beberapa kendala datang berkaitan dengan fitur dan keterbatasan jangkauan nada karena hanya terdiri dari tiga oktaf. Di sisi lain, saat mainkan not atau nada pada E1 terkadang tidak bersuara normal (menimbulkan efek trill) bahkan kadang tidak bunyi.

Keterbatasan lainnya adalah suara yang dihasilkan belum memenuhi presisi yang tepat atau output audionya masih jauh untuk menyerupai aslinya. Bahkan, saat memainkan voice Piano, yang terdengar seperti suara rentetan bunyi kaleng. Kondisi ini saya maklumi, "keyboard dengan budget minimalis, harus bersabar mendapatkan kualitas setara dengan mainan".

Semangat belajar tak pernah surut, meskipun fluktuatif intensitasnya bergantung pada mood, dan dukungan dari teman-teman yang memuji dan mengkritik hingga saya populer di sekolah. Lumayan, bisa buat pamer kemampuan dan keahlian memainkan Piano di Ruang Perpustakaan sekaligus nyari gebetan... He...66X.

Motivasi lainnya juga datang dari komunitas anak Rock yang kemudian mengajak bergabung untuk mengikuti kompetisi. Kesempatan ini menambah besar pengaruh peningkatan skill permainan jari di atas tuts keyboard. Saya mendapat bimbingan dari mereka dan kesempatan untuk perform di ajang Festival Musik pelajar 3 Kota. Melalui keyboard ini juga, saya andil dalam keberhasilan mengantar personil lainnya meraih prestasi The Best Bassis melalui lagu "Kerangka Langit" milik Kaisar serta "Kaki Tangan Setan" karya Gong 2000.

Hingga kini, keyboard masih tersimpan walaupun jarang digunakan karena kesibukan. Meski sempat diiklankan untuk dijual, namun mempertimbangkan nilai historisnya, keyboard yang sudah membawa serta mengangkat beberapa player ternama di Kabupaten Tegal akan dipertahankan. Tetap confidence, berkomitmen, dan konsekuen meski dalam kondisi keterbatasan sarana merupakan kunci sukses meraih kesuksesan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Keyboard Pertama Untuk Keyboardis Pemula"

Post a Comment

Silahkan menulis komentar untuk kebaikan anda, saya, dan orang lain...